HATI-HATI! Banyak Orang Salah Kaprah dalam Mengeringkan Filament

Filament merupakan aspek yang sangat penting dalam dunia 3D printing, dan merupakan aspek yang perawatannya juga harus diperhatikan. Sifatnya yang bisa menyerap kelembapan udara, membuat Filament bisa menjadi lembap. Apalagi di Indonesia, tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi dapat membuat Filament semakin cepat lembap. Hal itu dapat menimbulkan masalah yang serius pada hasil produk 3D printing.

(sumber: matterhackers)

Sejauh ini usaha untuk mengeringkan Filament yang lembap dilakukan dengan alat yang seadanya dan bukan dengan alat yang khusus, seperti dengan food dryer dan oven. Apakah cara tersebut efektif untuk membuat filamen tetap kering dan bagus untuk digunakan? Dibawah ini akan dibahas betapa pentingnya menjaga Filament agar tetap kering dan cara merawat Filament yang baik dan benar.

Akibat yang dapat ditimbulkan jika Filament lembap

Filament memiliki daya tahan yang buruk dengan udara terbuka, sedangkan iklim di Indonesia adalah iklim tropis yang memiliki kelembapan udara cukup tinggi. Apalagi jika anda tidak melindungi Filament dari paparan udara terbuka dengan baik. Banyak orang cenderung menggunakan alat seadanya seperi oven atau food dryer untuk mengeringkan Filament mereka.

Tentu cara tersebut sangat tidak direkomendasikan karena hanya akan membuat Filament itu kering sementara, dan bisa menyerap kembali udara yang ada. Jika anda mendengar suara letupan atau retak saat diekstrusi bisa jadi itu pertanda bahwa Filament anda mulai lembap.

Lantas, hal yang mungkin terjadi ketika Filament anda basah/lembap? Diantaranya:

  1. Filament yang lembap cenderung membuat Filament menjadi getas.
  2. Hasil menjadi tidak rata dan tidak halus.
  3. Membuat ekstrusi tidak terkontrol karena Filament lembap dapat tersumbat sehingga membuat hasil cetakan menjadi tidak baik.
  4. Membuat lapisan pada produk hasil 3D printing tidak merekat dengan sempurna.
(sumber : 3dprinterchat)

Lalu Bagaimana Cara Mengeringkan Filament yang Benar?

Banyak sekali cara yang sangat tidak direkomendasikan untuk mengeringkan Filament. Mulai dari menggunakan oven, food dryer atau vacuum bag. Tentu saja ada konsekuensinya, Filament akan tetap lembap atau lembap kembali jika dikeringkan dengan alat tersebut. Cara yang aman untuk mengeringkan Filament adalah dengan alat yang memang benar-benar dirancang untuk mengeringkan Filament.

Evolusi 3D Smart DryBox solusi untuk mengeringkan Filament anda

Filament yang lembap tidak dapat menghasilkan suatu produk 3D yang maksimal. Evolusi 3D Smart DryBox adalah teknologi alat pengering Filament pertama di Indonesia yang mempunyai banyak fitur unggulan. Beberapa fitur unggulannya adalah:

  1. Dapat melihat detail berat aktual Filament
  2. Dapat melihat panjang Filament yang tersisa
  3. Mengatur waktu sesuai kebutuhan hingga 99 jam
  4. Melihat suhu kelembapan udara
  5. Alat pengering Filament pertama di Indonesia yang sudah mengunakan layar touchscreen untuk mempermudah anda dalam mengaturnya.

Evolusi 3D Smart DryBox dapat digunakan dalam waktu bersamaan dengan proses printing, atau bisa disebut dengan Online Dryer, sehingga sangat efisien untuk digunakan. Anda pun sudah tidak perlu khawatir lagi dengan Filament yang dapat menjadi lembap.

Untuk solusi menyimpannya, Filament yang sudah dikeringkan oleh DryBox, harap disimpan dengan wraping plastik atau plastik klip yang bisa membuat Filament menjadi kedap udara agar terhindar dari debu, dan juga dapat menambah umur Filament lebih panjang.

Jika ada pertanyaan lain terkait Teknologi 3D, jangan ragu untuk menghubugi kami melalui platform-platform Evolusi 3D dibawah ini ya!

Instagram: @evolusi3d
WhatsApp: +62 878 8868 4284

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *