Gereja Notre Dame yang terbakar “Selamat” berkat Teknologi 3D Scanner

Pada 15 April 2019 lalu, seluruh dunia melihat bagaimana gereja Katedral Notre Dame yang telah berumur 850 tahun terbakar habis dalam salah satu kebakaran terbesar di dunia. Kebakaran ini menghanguskan hampir seluruh bangunan Gereja Notre Dame, yang artinya harus dilakukan pembangunan ulang dari 0 (nol). Namun, pembangunan dari nol ini pada akhirnya tidak diperlukan, ketika diketahui bahwa proses pembangunan ulang itu dapat diselamatkan oleh 3D Scanner. Namun pertanyaannya, bagaimana 3D Scanner dapat “menyelamatkan” gereja yang terbakar tersebut?

Sumber: CNN

Proses pembangunan kembali Gereja Katedral Notre Dame ini pastinya memakan waktu yang sangat lama. Walaupun belum ada kabar pasti tentang apakah Gereja ini akan dibangun persis seperti aslinya, atau dilakukan penyesuaian sesuai dengan zaman modern, namun 3D Scanner betul-betul memegang peranan penting pada proses pembangunan kembali ini.

Pada tahun 2015, Andrew Tallon, salah satu ahli sejarah arsitektural melakukan 3D Scanning kepada seluruh struktur bangunan dari Gereja Katedral Notre Dame, untuk membuat replika digital yang sangat akurat dari bangunan bersejarah tersebut. Beliau melakukan 3D Scan terhadap keseluruhan Interior maupun Eksterior dari bangunan tersebut, yang pada akhirnya sekarang betul-betul menjadi sesuatu yang berharga dalam membantu pembangunan kembali Gereja Notre Dame.

Jenis 3D Scanner yang digunakan oleh Andrew Tallon merupakan salah satu jenis 3D Scanner yang sangat baik yaitu All-in-One Laser 3D Scanner Leica ScanStation C10. 3D Scanner Leica merupakan salah satu 3D Scanner yang sangat terkenal akan kemampuan dalam melakukan 3D Scan pada ruangan atau bangunan yang luas, dengan akurasi yang cukup baik, yang dapat juga anda dapatkan melalui Evolusi 3D disini.

Dengan adanya hasil data 3D yang di-scan oleh Andrew Tallon tersebut, pembangunan kembali Gereja Notre Dame dipercaya dapat menjadi lebih cepat hingga 50% dibandingkan pembuatan awal gereja tersebut, yang memakan waktu sekitar 182 tahun (1163-1345). Data 3D dengan tingkat akurasi yang tinggi tersebut akan sangat membantu untuk menjadi pedoman dalam membangun kembali setiap bagian dari bangunan tersebut.

Selain kasus besar seperti yang terjadi pada Gereja Notre Dame di Paris, 3D Scanner juga telah banyak digunakan untuk mengambil data 3D dari objek-objek seni yang berharga maupun bersejarah, atau yang biasa kita sebut dengan kegiatan preservasi. Objek-objek berharga seperti patung, relief, lukisan, dan berbagai objek lainnya dapat di preservasi dengan mudah, untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan buruk yang akan terjadi pada kemudian hari.

Jika anda memiliki pertanyaan lain terkait Teknologi 3D, jangan ragu untuk menghubugi kami melalui platform-platform Evolusi 3D dibawah ini ya!

Instagram: @evolusi3d
WhatsApp: +62 878 8868 4284

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *